Gara-Gara Nyamuk Bernama Anthony!

Kali ini saya memikirkan nasib dan tujuan hidup seekor nyamuk. Binatang yang suka ‘nguing-nguing’ di telinga ini memiliki pekerjaan yang paling berbahaya di bumi. Untuk ‘mencari darah’ yang menjadi sumber hidupnya, sementara makhluk lain bernama manusia-termasuk saya- akan dengan sukarela, ikhlas, dan penuh keganasan untuk memburunya.

Nasib seekor nyamuk ternyata hanya berbeda tipis saja dengan Edward Cullen si Vampir dari Twilight Saga. Mereka jelas sama-sama penghisap darah. Bedanya, yang satu diincar hidup-hidup untuk dipuja wanita sedunia, sementara yang satunya diincar untuk diakhiri nyawanya. Sebuah bukti bahwa perbedaan tipis berarti banyak. Padahal, vampir lebih jahat dibanding nyamuk. Kalau kamu digigit vampir, maka kamu akan berubah jadi vampir. Tapi, kalau kamu digigit nyamuk, kamu tetap akan menjadi seorang manusia.

Ah, kasihan sekali nasibmu, Muk.

Reputasi nyamuk sebagai sumber penyakit, mulai dari sekedar bentol-bentol yang gatal, mengganggu tidur, sampai yang mematikan seperti demam berdarah, juga membuat kita akan tersenyum penuh kemenangan saat berhasil membunuhnya.

Kematian nyamuk juga selalu tragis. Setidaknya ada beberapa modus pembunuhan nyamuk yang terekam di Kepolisian Republik Nyamuk.

Pertama, ditepuk dengan pelan, tapi mematikan. Darah yang keluar pun sedikit, tapi tetap nyawanya hilang.

Kedua, ditepuk penuh amarah dengan ke dua tangan. Membuat nyamuk jadi gepeng, dan darahnya muncrat ke mana-mana.

Ketiga, ditepuk satu tangan ke arah tembok, sehingga jejak kematiannya terekam di tembok rumah kalian.

Keempat, diracun dengan zat kimia, yang juga seringkali diminum manusia yang sudah putus asa akan hidupnya.

Kemudian ada lagi satu alat modus pembunuhan nyamuk yang sangat dibenci mereka. Disetrum dengan raket nyamuk yang akan membuat mereka terpangang kering, berasa, kadang tercium bau hangus. Kematian yang sadis. Tentu ini akan membuat pencipta raket nyamuk sebagai makhluk yang paling dikutuk di dunia nyamuk.

Terakhir, bagi yang sedang belajar bela diri, dan melatih konsentrasi, mungkin bisa membunuh nyamuk dengan cara menggencetnya pakai sumpit atau menusuknya dengan garpu.

Kalau di dunia nyamuk juga memiliki media dan program berita, tentu isinya akan mengalahkan berita kriminalnya di koran, TV, atau radio manusia.

Kamu pernah melakukan hal-hal di atas? Saya pernah. Nggak terhitung jumlahnya. Sadis sekali manusia.

Coba bayangkan, berapa banyak persentase anak nyamuk yang jadi yatim, piatu, atau bahkan yatim piatu, karena orang tuanya terbunuh dalam perjuangan mencari nafkah di malam hari? Saya semakin curiga bahwa di dunia mereka bahkan ada banyak sekali yayasan panti asuhan khusus anak nyamuk yang kehilangan orang tuanya. Di sana, mereka akan dibina untuk menjadi nyamuk yang hebat untuk membalaskan dendamnya kepada manusia.

Terbayang di sebuah ruangan kelas, ratusan bahkan ribuan nyamuk berkumpul dengan marah, terus terjadi hal seperti ini di kelas:

Scene: Di sebuah yayasan panti asuhan di dunia para nyamuk.

Sang Guru Nyamuk: HAI, ANAKKU PARA NYAMUK SEKALIAN!!! APAKAH KALIAN INGIN MEMBALASKAN DENDAM KALIAN! TERIAKAN KEMARAHAN KALIAN!

Sang guru nyamuk berteriak sambil menatap tajam gerombolan anak nyamuk dan mengangkat tongkat kepemimpinannya!

Anak-Anak Nyamuk: WAAAAAAAAARGH!!!!!!

Mereka merapatkan barisan. Teriakan menggema di sana sini, sayap mereka dikepakkan keras-keras. Debu-debu beterbangan. Gemuruhnya persis seperti para prajurit Sparta yang siap bertempur!

***
Anehnya, semakin diburu, semakin banyak juga nyamuk berkeliaran. Mereka nggak pernah punah. Tapi, ini mungkin karena mereka sadar bahwa hidupnya penuh risiko. Maka dari itu, mungkin mereka berusaha keras untuk bertelur sebanyak mungkin, sehingga terlahir generasi penerus yang siap terus menyedot darah kita sampai sekarang.

Sapi, ayam, kambing, atau burung, kita potong, untuk kita makan. Tapi, tidak dengan nyamuk. Kita akhiri hidup mereka, karena menganggap mereka mengganggu. Tapi, apa emang salah mereka kalau mereka harus hidup dari menghisap darah kita, kemudian bikin kita bentol-bentol, dan bahkan terkena penyakit mematikan?

‘Salah Gue? Salah Bapak Gue? Salah Temen-Temen Gue?’ Protes salah satu nyamuk yang terlalu banyak gaul.

Lalu, apakah benar tujuan hidup nyamuk, hanya untuk dibunuh manusia? Atau jangan-jangan saya yang terlalu buta, sampai nggak bisa melihat apa inti dari keberadaannya?

Tulisan nyamuk ini memang sepele. Tapi, seringkali hal sepele, dapat memberikan sesuatu yang ternyata bermanfaat.

Saya pun terdiam. Mikir. Tolong kasih saya lima detik untuk berpikir arti keberadaan nyamuk.

Dit jadi apa artinya?

Bentar-bentar woy, saya masih mikir.

Ok, Ini versi saya tentang apa yang bisa kita lihat dari nyamuk.

Kalau dilihat dari sisi lain, nyamuk justru menjadi ‘pahlawan’ yang rela mati untuk jadi contoh dan manfaat bagi manusia.

Dalam hidup, terutama saat mencoba mengejar mimpi kita, terkadang kita dipenuhi rasa takut. Apakah kita akan berhasil atau tidak. Rasa takut sebenarnya adalah hal yang wajar. Tapi, kalau sampai menguasai diri kita dan akhirnya kita tidak sama sekali mencoba, maka kita mungkin perlu belajar dari nyamuk.

Coba bandingkan dengan cerita perjuangan sobat nyamuk kita di bawah ini.

Scene: Kamar yang gelap gulita.

Seekor nyamuk memasuki sebuah kamar yang sudah dipenuhi perangkap, mulai dari obat nyamuk bakar, sampai obat nyamuk semprot. Plus, di dalam kamar tersebut juga ada sebuah raket nyamuk.

Tapi, apa yang terjadi?

Si Nyamuk, sebut saja bernama Anthony (nyamuknya bule), tetap bersikukuh masuk ke kamar, melalui celah sempit. Alhamdulilah, sebagai nyamuk, Anthony di kasih kelebihan Tuhan yaitu memiliki tubuh kecil yang sanggup masuk ke celah-celah kecil kamar.

Anthony kemudian bertemu teman-temannya. Bersama sahabatnya, Anthony menyerang tubuh seorang manusia, sebut saja Anto. Kuping si Anto dia serang. Refleks, si Anto mengibaskan tangannya. Anthony berkelit! Nyaris saja, hidup Anthony berakhir. Tapi sayang salah satu teman Anthony, sebut saja Marie, terkena tangan tersebut dan langsung wafat di tempat.

Sebuah momen yang penuh duka. Tapi, apakah Anthony berhenti berusaha?

Ternyata tidak.

‘Saya pasti bisa!’ Antonhy meyakinkan dirinya dengan menghirup nafas panjang.

Walaupun baru saja melihat temannya tewas, dan mengetahui risiko dari usahanya, Anthony pun terus menyerang tanpa takut. Dia benar-benar seperti Leonidas, sang raja Sparta, yang gigih menyerang Xerxes dari Persia, walaupun kekuatannya terbatas.

Anthony masuk ke bagian dalam leher Anto. Menghisap darahnya selama 10 detik, sebelum Anto tersadar. Ketika tangan Anto meraba leher, Anthony berkelit dan terbang menusuk betis-betis dan kaki Anto.

Anthony pun kenyang. Misinya berhasil. Untuk sementara. Ya, sayangnya, hanya sementara.

Frustrasi karena tidurnya terganggu, Anto pun terbangun. Dia ambil raket listrik dan menyerang Anthony dan kawan-kawannya membabi buta. Lima detik saja, raket nyamuk Anto mengeluarkan bunyi-bunyi mengerikan. Bau hangus tercium. Tubuh para nyamuk terpanggang.

Hari ini adalah hari ke 250 Anthony mulai berburu darah. Dia memang masih nyamuk muda. Minim pengalaman. Belum genap setahun menjalankan misinya, Anthony sudah terpanggang di atas raket nyamuk.

Inna lillahi wa inna illahi roji’un. Cerita Anthony si nyamuk pun berakhir.
***

Apa yang bisa kita dapat dari cerita Anthony di atas? Buat saya, cerita tersebut mengajarkan saya untuk gigih, berusaha sekeras mungkin, walaupun tahu risikonya sangat berat. Saya yakin, kalaupun Anthony tahu dia akan mati di atas raket nyamuk, dia tetap akan berusaha mencari darah. Karena itulah tujuan hidupnya.

Si nyamuk Anthony sempat gagal menggigit kuping Anto, tapi dia nggak menyerah begitu saja. Dia terus mencoba dan mencari peluang lain. Akhirnya, dia sempat berhasil menghisap darah dari leher Anto.

Kita, termasuk saya, seringkali sudah merasa jadi orang paling gagal, saat nggak berhasil mencapai apa yang kita mau. Padahal, kita baru mencoba satu kali. Seperti Anthony, saya harusnya terus berusaha, mencari peluang lain, mencoba lagi, nggak nyerah gitu saja.

Dalam mencapai apa yang kita mau, caranya bisa saja macam-macam. Singkatnya, untuk mencapai ‘C’, nggak selalu kita harus melewati A dan B saja. Kadang dari ‘A’ kita nyasar ke ‘Z’, terus baru pada akhirnya kita sampai di ‘C’. Yang terpenting adalah terus mencoba dan kreatif mencari solusi untuk mencapai tujuan kita.

Kalau nyamuk saja bisa rela mati untuk mencari makan, kenapa saya harus jadi malas untuk sekedar sekolah atau mencari nafkah. Di sini, nyamuk benar-benar menjadi contoh yang baik dalam berjuang sampai titik darah penghabisan.

Saya merasa malu sama nyamuk.

Lalu apa ada lagi yang bisa kita dapat dari nyamuk?

Nyamuk merupakan binatang yang dianggap ‘mengganggu’. Nyamuk memang bisa memberikan ‘kematian’ melalui berbagai penyakit yang diakibatkan gigitannya, seperti malaria dan demam berdarah.

Tapi, di sisi lain, nyamuk juga memberikan kehidupan. Tanpa nyamuk, nggak akan ada industri obat nyamu , yang bahkan berkompetisi sangat sengit, dan akhirnya menyerap banyak tenaga kerja. Bayangkan, keberadaan satu nyamuk, bisa jadi menghidupi satu keluarga manusia.

Keberadaan nyamuk juga mengingatkan kita akan pentingnya kebersihan. Seringkali kita lupa hal ini. Dan dengan melihat banyaknya nyamuk, terutama aides agyepty, menjadi alarm kita tentang buruknya kebersihan lingkungan.

Nyamuk yang dianggap pengganggu, ternyata keberadaannya bisa membantu hidup manusia. Bisa ada manfaatnya. Pertanyaan berikutnya adalah:

Apa tujuan saya sebagai manusia? Apakah sudah berguna buat manusia lainnya?

Terima kasih, Muk! Kamu telah memberikan pelajaran.

Jangan mau kalah sama nyamuk!

Advertisements

Single Post Navigation

4 thoughts on “Gara-Gara Nyamuk Bernama Anthony!

  1. Hahahaha… ade2 aje ah ceritanya, oom! :p

  2. sudah lama ngga posting, sekalinya posting tentang nyamuk hihihi tp thumbs up deh buat……… Anthony 😛

  3. melihat sisi positif dari setiap kejadian, wah salut^^

  4. nazario on said:

    mantep om ceritanya

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: