LET’S MAKE OUR OWN STORY!

Semenjak buku ‘Merah Putih di Benua Biru’ terbit, ada banyak tanggapan yang masuk. Gue bersyukur, dalam hidup gue bisa menerbitkan buku dan bisa berbagi melalui pengalaman ini. Dengan berbagi cerita, rasanya gue merasa berguna dan punya andil buat kehidupan orang lain.

Sejak itu, mulai masuk berbagai tanggapan ke gue. Ada berupa pujian yang bikin gue terbang tinggi, kecewa yang bikin gue ‘meluncur’ ke bawah tapi membuat gue sadar untuk terus belajar, sampai ada komplen yang bikin gue heran garuk-garuk kepala.

Nah, kali ini gue mau nulis soal komplen yang bikin gue heran tersebut. Ini salah satu kasusnya:

‘DIT, BULLSHIT LAH TULISAN LO. GW UDAH COBA NGIKUTIN CARA LO, TAPI GAGAL. DAN GW YAKIN BUKAN GW DOANG YANG GAGAL NGIKUTIN CARA LO. LAIN KALI NGASIH TIPS YANG BENER DONG BUAT DAPETIN DUIT ATAU PERGI GRATIS’

Ebuset! Astagfirullah!

Sebagai manusia biasa, normal, dan punya emosi, baca email yang masuk seperti ini kadang bikin emosi, ketawa, sekaligus sedih. Kalau, jiwa antagonis gue sedang dominan mungkin akan gue jawab ‘Hey go get your own life, Boy!’ atau ‘Siapa juga yang nyruh lo ikutin cara gueeeee!’ 😀

Tapi kira-kira ini apa yang ada di pikiran gue:

Alhamdulilah kalau cara gue diikutin ‘plek-plekan’ dan syukur bisa berhasil juga. Senang banget! Tapi, bukan itu tujuan gue menulis buku ini. Tujuan dari buku ini bukan agar para pembaca gue melakukan hal yang sama seperti yang gue lakukan baik dalam mencari donatur/sponsor ataupun soal bagaimana kita menunjukkan rasa cinta kepada Indonesia. Kenapa?

Karena, gue percaya tiap orang punya cara dan sukses versi sendiri.

Tiap orang punya ceritanya sendiri. Dan tiap orang bertanggung jawab sendiri atas cerita yang dia inginkan. Tentu tanpa harus jadi takabur dan melupakan Tuhan.

Misal. Gue terinspirasi banget sama ilmuwan-ilmuwan jenius macam Einstein dan Edison. Mereka hebat. Nah, sekagum-kagumnya gue sama mereka, ga akan mungkin lah gue jadi fisikawan seperti Einstein. Percaya nggak percaya, dari 50 soal ulangan umum fisika, gue pernah dapat nilai 0.25. So, dari 50 soal, Cuma 2 nomer yang bener -_-. Gue akan gagal kalau ngikutin cita-cita dan cara ‘plek-plekan’ seperti mereka.

Tapi ada value universal yang bisa diambil dari kisah mereka:

Kejeniusan mereka bukan hanya karena mereka terlahir jenius, tapi lebih karena kemamuan mereka buat nggak menyerah. Dan Tuhan akan memberikan mereka jalan.

Yak, tiap orang punya versis sukses sendiri. Gue, orang tua kita, lo, Einstein, Newton, Habibie, kita semua.

Ok, misalkan anggap saja kita buat persamaan sukses (versi lo sendiri tentu) = X.

Nah, tentu cara kita mencapai ‘X’ nggak harus sama kan. Misal, gue menempuh cara A, B, C, dan langsung dampai ke X Ada juga yang dari A, bisa langsung loncat mencapai Z. Adajuga yang harus sampai muter-muter sampai ‘Y,Z, balik lagi ke A, sampai akhirnya menemukan faktor X= Suksesnya’.

Cara boleh beda, tapi yang paling paling penting, kita mencari nilai-nilai universalitasnya dalam kesuksesan seseorang mialnya: selalu optimis, kerja keras, rendah hati saat mencapai sukses, selalu berdoa dan pasrah, dan sebagainya.

Gue juga masih mencari jalan menuju apa yang gue inginkan. Yuk, kita sama-sama saling menginspirasi untuk mencapai sukses versi kita sendiri.Let’s make our own story. Cerita yang bagus tentunya, yang bisa jadi pelajaran dan berkah buat orang lain. Amin. 

Advertisements

Single Post Navigation

2 thoughts on “LET’S MAKE OUR OWN STORY!

  1. vita on said:

    Erdit..

    yang sabar yah..memang pasti tidak semua orang bisa kasi komen positif buat hasil karya lo…sebagus apapun itu..

    tapi mungkin orang yang kirim pesan bernada miring itu tidak bisa disalahkan..karena it depends on each person’s perspective..how to interpret your story..
    gue sih sebagai temen lo sebel yah kalo temen gue ini digituin hihi..cuma i’m trying to be neutral dan melihat dari sisi yang lain..

    kalo gue pribadi sih..sangat amat bangga dengan what you did..terlepas cerita lo bisa gue implementasikan (sebagian/seluruhnya) dalam hidup gue. yang jelas gue bisa melihat bahwa benang merah dari buku lo itu adalah bukan jalan-jalan gratisnya..dan bahkan mungkin bukan eropanya..tapi gimana semangat seorang anak muda menyebarkan kultur bangsanya di negara orang lain..di benua eropa sana. Mungkin saja cita-cita awalnya memang cuma mau ke eropa..gratis! but you’ve told us is more than that in those book. but again..tiap orang bisa beda pendapatnya kali yah..ini kan cuma menurut gue..

    yang jelas gue iri sama lo :
    1. karena lo bisa jalan2 ke eropa, gratis
    2. karena lo bisa nulis buku

    mennn itu keren banget men.. hehe..so nothing to worry about other’s opinon dit!

    cheers,

    • erditya arfah on said:

      Hi Vita!! Salam buat mertua lo yang lagi baca juga. Dan kalau suka, suruh beli juga!!! haha.
      Iya, benar banget kata lo, ketika kita publish karya, emang sudah jadi risiko buat nerima apapun tanggapannya ;p
      Thanks supportnya!! dan nanti beli lagi ya buku kedua gw, haha.

      thx

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s