Bagaimana Saya Sampai di Sini?

Kombinasi mimpi, doa, usaha, dan keberuntungan.

Begitu banyak pertanyaan yang menanyakan bagaimana saya bisa sampai Polandia dan berencana ke negara Eropa lainnya? Bagaimana biayanya, apakah gratis, dapat sponsor, menang undian, menemukan emas di jalan atau dapat warisan mendadak? Tadinya, ini akan saya simpan sampai saya kembali ke Indonesia, karena saya tidak mau kehilangan momen selama di sini hanya untuk cerita detil pembiayaan saya saja. Tapi, okelah saya akan tulis ringkasannya terlebih dahulu dibanding diberondong pertanyaan yang sama terus. Saya akan menulis detailnya nanti. Kira-kira seperti ini poin-poin pentingnya:

1. Berawal dari mimpi. Alkisah, saya mendapatkan kesempatan untuk ikut pertukaran pelajar SD ke Singapura bersama sahabat saya. Orang tua saya tentunya tidak menginginkan anak kecil si bungusnya ini pergi jauh. Apalagi jaman dahulu mungkin belum ada handphone dan internet. Waktu itu ortu sahabat saya itu sampai menelpon ibu saya dan membujuknya. Tapi ibu saya menolaknya dan menjawab sambil bercanda “Ah, Erdit mah nanti aja kuliahnya ke Jerman, sekalian jauuh..”. Saya tahu kalau ibu saya hanya becanda saja. Tapi saya anggap itu serius sampai saat ini. Dan entah mengapa saya terngiang selalu dan menjadi menjadi impian pergi ke Eropa ketika sudah dewasa.

2. Saya ikut program dari AIESEC. Mengapa? Saya tahu, sebagian besar program Exchange dari AIESEC biasanya akan men-cover biaya basic living cost (tergantung proyek dan negaranya sih). jadi, saya tinggal memikirkan biaya akomodasi saja (Hah SAJA??Jutsru itu yang paling mahal kaaaan…hehe).

3. Saya memilih program exchange yang berkaitan dengan budaya. Mengapa? Satu, karena saya tertarik. Dua, isunya lagi naik daun. Tiga, lebih mudah cari sponsornya. Empat, saya merasa kalau kantor saya bahkan akan kasih saya izin untuk pengalaman ini.

4. Saya hidup sudah 23 tahun. Selama itu, saya memiliki teman, sahabat, kolega, dan saudara yang mengetahui keseluruhan diri saya fisik dan mental. Dari bos saya saat magang dulu, teman kerja, kawan kuliah, sampai kolega  ayah atau ibu saya. Ini berguna untuk mencari sponsor dan donatur. Nepotisme? Bagi saya ini namanya Networking!

5. Jaga terus hubungan baik kepada diapa saja, karena kita tidak pernah tahu siaapa yang akan menolong kita di masa mendatang.

6. Saya membagi sponsor menjadi dua: SPONSOR RESMI dan DONATUR PRIBADI.

7. Lakukan presentasi dengan penuh antusias.

8. Nah, sponsor resmi biasanya ditujukkan ke perusahaan-perusahaan atau instansi dengan menawarkan berbagai benefit untuk perusahaan tersebut. TIPS: Cari teman wartawan dan minta dia untuk bantu liput kegiatan kita nanti. Ini bisa jadi nilai benefit  yang bisa ditawarkan ke perusahan atau instansi. Percayalah, perusahaan atau instansi biasanya keranjingan untuk diliput media.

9. Nah, kalau sponsor resmi mentok, saatnya gunakan approach berbeda yaitu dengan menawarkan orang tersebut menjadi DONATUR PRIBADI. Biasanya saya akan bilang “ Yaaaah bu/pak, kalau emang perusahaaan ga bisa, bapak/ibu mau tidak secara pribadi bantu menjadi donatur pribadi?…” TIPS: Katakan dengan penuh semangat dan optimis tujuan Anda. Banyak orang yang akan membantu Anda. Bahkan akan memberikan kontak koleganya yang lain kepada Anda. Tidak hanya itu, mereka pun mungkin dengan sukarela menjadi tim pencari dana Anda dengan menghubungi kolega di kantornya, dan sebagainya. Tidak percaya? Kalau saya sih sudah membuktikannya.

10. Donatur pribadi ini sifatnya sukarela. Mau berapapun mereka ngasih harus kita terima. Saya pernah mendapatkan hanya 25 ribu satu orang. Tapi, coba bayakngkan kalau yang ngasih 25 ribu ada dua puluh orang, hasilnya sudah 500 ribu bukan? Lumayan kan buat nambah-nambah beli suvenir dari Eropa nanti.

11. Ada juga donatur pribadi yang ngasih sampai 1-2 juta. Pokoknyaa, kumpulin sebanyak-banyaknya. Saya memang sudah seperti pengemis. Terkadang tidak tahu malu, hehe. Dari mulai receh sampai ratusan ribu saya kumpulkan. By the way, sang pengemis ini sudah sampai EROPA sekarang, hehehee.

12. Jangan terlalu mata duitan juga. Banyak hal yang bisa membantu program Anda selain duit. Saya juga mendapatkan sponsor untuk suvenir berupa baju, merchandise, dan sebagainya. Bahkan, salah satu sahabat saya Adis, dengan sukarela memberikan suvenir dari jogja untuk saya bawa (nanti saya akan tulis secara khusus mengenai si Adis).

Beginilah Rincian Sponsorship yang Saya Dapatkan:

  • Sponsor Resmi (Pemkot Bekasi)                                                                         : 15.000.000
  • Donatur pribadi (kolega, saudara, teman, koleganya kolega, dsb)      : 9.665.800  (beneran ini ada yang ngasih 50.800 waktu itu)
  • Dana pribadi (u/proposal & administrasi)                                                      : 2000.000
  • Disbudpar                           : Materi promosi, presentasi, komunikasi, dsb.
  • Rep.Insula                           : 20 baju @80.000 + Stiker
  • Adis                                       : Suvenir dari Jogja (pembatas buku, pensil, pulpen, dsb)  senilai 200-300 ribu
  • RWPublishing                    : 4 buku-buku fotografi mengenai Indonesia
  • Kawan-kawan Kantor     : Winter Coat
  • selama ini hanya mimpi...

    selama ini hanya mimpi...

Ya, ini cerita saya, pengalaman saya. Tidak! Tidak  perlu menjadi kaya terlebih dahulu untuk travelling ke Eropa sekaligus membawa budaya Indonesia. Mungkin tanggapan Anda bisa positif, menjadi optimis, atau bahkan tetap skeptis dan tidak percaya. Saya tidak akan ambil pusing. Intinya, saya hanya ingin menginspirasi orang kalau kita semua bisa meraih mimpi apapun itu.

Saya tidak memaksa Anda untuk membuat cerita yang persis sama seperti saya. Tetapi, saya ingin Anda iri dengan keberuntungan dan pengalaman saya ini, sehingga akhirnya berani ambil keputusan untuk membuat cerita kalian sendiri.  Maukah?

Advertisements

Single Post Navigation

14 thoughts on “Bagaimana Saya Sampai di Sini?

  1. Danny Williams on said:

    Top usaha lu dit :D..
    Semangat..

  2. Ciao..
    oi…pa kabar,boi?
    1st of all i wanna say buon compleanno…
    all de best,boi…

    hehehe…sang durjana cinta ini akhirny sampai juga d eropa,,mimpi yg udh lama dr dulu kite cita citakan(entah kenapa, gw terlalu bebal, hingga cm ttarik buat k satu negeri impian gw itu daong,,hehee)tampakny lu duluan ksn,boi…no worries, i know, sumday ill be take my pieces of dream in europe too. tp ga jadi taun ini tampaknya,dit.

    hows there?hmm,,,tampak menarik…sbenerny bnyk crita buat lu,boi. cm dsn bkn tmpt yg pas, karna bnyk hal ga terduga terjadi.

    yah…pokony im proud of u,bro…gw yakin lah dsn lu pasti bs survive. keep writing,okeh…gw suka tulisan lu…

    take care

    ciao,

    Rusmin

  3. Bagus Dit..
    Terus berjuang..!
    sedikit lagi lo bisa menyamai kehebatan gw..
    haha!

    lo baliknya kapan Dit?
    mau berapa taun di Poland?

  4. erdityaarfah on said:

    iya ndu..masiiih jauuh laah kalau dibanding lo maaah..hahaa
    gw dedember balik ndu..haha..lo dah balik nangor nih yaa..

  5. cool..
    sirik dah! ahaha..
    sukses terus dit,

    Egus

  6. erdityaarfah on said:

    amin gus..thanks

  7. mas saya vivi mahasisiwi feui, saya jg berencan untuk ke poland mengikuti exchange dari aiesec, gmn mas caranya bs dpt sopnsor dari pemkot dan pemprov? boleh minta email mas erdhit ga? need a help !thx b4

  8. erditya arfah on said:

    hi vi..kapan mau berangkat?semangat yaa..
    gw dah kirim email ke alamat email yahoonya..

    thx

  9. erdiiiiiit hebaaat iih skrg udah dipolandia..brp lama dit disana?

  10. erditya arfah on said:

    sampe akhir november..mau muter2 dulu tiva soalnya..hehe..ko bs tau blog saya?

    hehe

  11. erdit apa kabar??
    mantap udah sampe di eropa hehehhehe….
    lo disana sampe kapan??
    kali aja gw bisa nyusul kesana heheheh…

  12. cerdik banget 🙂 keren !

  13. oh iya, saya juga ingin tahu lebih banyak untuk proposal yang ke pemkot/pemda-nya. saya juga rencana tahun ini ikutan AIESEC utk ke LN, inshaAllah hbs selesai skripsi. amiin. kasih emailnya ya mas ^^ makasih banget !!! 🙂

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: