Akhirnya Datang Juga

…Selasa sore, 15 September 2009. Mata saya berbinar. Mendadak saya langsung melakukan tarian dengan gerakan ga karuan. Sambil teriak-teriak senang seperti orang gila. Beberapa orang memandang saya. Saya balas tatapan mereka dengan senyuman. Saya ajak mereka bersalaman dan berpelukan. Biarlah mereka menganggap saya aneh. Tidak peduli. Yang penting, saya senaaaang.

Ya, Akhirnya paket kardus cokelat berukuran sedang dengan wrapping acak-acakan itu datang juga. Setelah 10 hari tanpa kabar, dia berhasil ditemukan. Sekarang benda ini sudah ada di tangan saya. Gara-gara yang satu ini saya harus merepotkan orang-orang di KBRI Warsawa untuk membantu mencarinya. Setelah berhasil ditemukan, pihak KBRI pun langsung mengirimkannya ke saya di Lublin. Hanya satu box memang, tetapi kehadirannya menjadi sangat penting untuk kegiatan saya disini.

akhirnya datang juga

akhirnya datang juga

Sekarang, jantung saya berdebar menatap box yang terbuat dari kardus cokelat ini. Ingin segera membukanya dan mengetahui bagaimana kualitasnya. Saya sobek plastik pembungkusnya perlahan. Saya tidak mau benda di dalam box ini jadi rusak karena guncangan. Akhirnya oh akhirnya. Seluruh kardus telah tebuka.

Kemudian saya buka busa-busa yang membalut benda di dalamnya tersebut. Busa tersebut digunakan untuk melindunginya dari guncangan selama di pesawat. Sekarang saya bisa melihat, menyentuh, dan memegang benda tersebut. Saya angkat dan saya belai. Saya perhatikan benda tersebut dengan seksama. Satu-persatu saya perhatikan dengan sangat detail. Kualitasnya masih sempuna. Tidak ada cacat fisik akibat benturan dan sebagainya.

Sekarang saat yang paling krusial. Wakitu seakan berhenti mendadak. Tegang dibuatnya. Perlahan, saya goyangkan benda tersebut. Mulai dari goyangan pelan, sampai kencang. Senyum pun merekah. Saya merasa dalam suasana klimaks. ya, ANGKLUNG-ANGKLUNG saya berada dalam kondisi sempurna, tanpa cacat. Alunan dari bambu yang tercipta pun begitu merdu dan khas. Suaranya pun menggema memecah keheningan.

Kehadirannya memang sedikit terlambat. Sudah dua hari ini saya menggunakan angklung miliki KBRI yang lebih kecil. Salah satu milik KBRI yang terbaik dari persediaan angklung diatonis yang ada. Tapi, mungkin cuaca yang seringkali berubah ekstrim disini membuat kualitasnya sudah jauh dari harapan. Beberapa bagian juga sudah tampak pecah. Alhamdulillah workshop budaya Indonesia di Sobieski Szkola hari pertama dan kedua tetap lancar, walaupun saya tahu kalau kualitas suara dari alunan bambu pinjaman tersebut masih kurang bagus.

Sekarang saya lebih siap. Dengan angklung yang saya pegang sekarang dan berkualitas prima ini, orkestra dari alunan angklung siap mengalunkan nyanyian khas bambu yang natural dan menggema di sekolah-sekolah tempat workshop budaya Indonesia yang akan saya presentasikan. SEMANGAT!

Advertisements

Single Post Navigation

One thought on “Akhirnya Datang Juga

  1. Danny Williams on said:

    Zzzz..
    Kog bisa ketinggalan..Untung ad KBRI yg bantu kl lu pergi sendiri cukup beli yg baru :))..

    kapan maen angklung di office??

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: