Pentas Kecak & Saman Dadakan

 

Bukan kelas yang baik. Tapi, sangat menarik.

 

Hari ini adalah hari kedua saya di Sobieski Szkola. Dan masih akan memberikan workshop kepada murid-murid berumur 13-14 tahun. Beberapa kelas dari tingkat pertama dalam gimnasium di sekolah swasta favorit Lublin ini. Kalau di Indonesia, kelas satu SMP kira-kira. Tidak masalah sih sebenarnya. Sampai akhirnya, saya menemukan masalah besar: Bahasa Inggris. Ya, sebagian dari mereka masih belum belajar bahasa Inggris. Sulit berkomunikasi antara mereka. Susahnya jadi guru ternyata. Apalagi bahasanya sudah beda. Tapi alhamdulilah sesi pertama hari ini berjalan baik.

Sesi kedua pun dimulai. 14 orang. 13 lelaki, 1 wanita (itu pun tomboi). Saya memulainya dengan mengajak mereka berbahasa Polandia. yaa, kata-kata standar laah. Mereka pun cukup antusias. Namun, ketika workshop sudah dimulai, wiiiih suasana berubah ramai. Mereka berbicara dengan bahasa-bahasa yang tidak saya mengerti. Berteriak, bahkan tertawa kencang. Sial, mood perlahan berubah menjadi buruk. Tapi, hufffff..huffff..alhamdulilah  terapi nafas saya selalu berhasil memperbaiki mood.

Mereka sebenarnya mendengarkan, tapi komunikasi sangat tersendat. Bahasa Inggris mereka terbatas. Luar biasanya, anak-anak ini sulit diatur. Jadi, teringat masa lalu saat belum mengenal namanya jati diri, heheehe. Ya, saya pun seperti mereka. Beringas! Saya langsung teringat salah satu guru-guru saya. Rasanya ingin minta maaf. Sekarang juga kalau bisa. maafkan sayaaa paakk,buuu.. ayoo kamu yang masih pas sekolah! Jangan Kurang ajar sama guru yaa!hehe

Oke, saya pun berpikir keras. Saya harus memanfaatkan keberingasan mereka. Pasti ada hal positif dibalik kebengalan mereka. Ya, kalau mereka memang tidak mau diam. Saya akan mengajaknya bergerak. Syaa akan mengajaknya berteriak-teriak. Mau teriak macamm monster, macam monyet, atau apapun. Terseraaaah…

Criiiiiiing, sang ide datang. Saya putarlah video tari kecak dan saman. Ajaib, mereka tertarik. Sebagian dari mereka pun mempraktikkannya. Termasuk, jan, salah satu yang ternakal. Momen bagus. Tidak akan saya sia-siakan. Saya undang mereka ke depan kelas. Dan, Let’s Dance.

Alhasil, kami pun menari secara dadakan. Tari kecak yang pertama. Saya dan sebagian anak duduk dan mengeluarkan suara cakkk..cakkk..caaak…caaaak…caaaak..! Hans, yang paling bertubuh paling besar memprtaktikkan dirinya menjadi Rahwana. Jangan bandingkan dengan penari Bali yang asli. Gerakannya lebih mirip monster atau zombie. Tapi, tidak apalah. Yang penting tetap menampakkan sosok jahat seperti yang ada pada diri Rahwana. Salah seorang anak pria juga mencoba untuk berperan sebagai Shinta. Sedikit aneh, but goooood..

Kami sebenarnya sedikit kesulitan siapa yang akan berperan menjadi Hanoman, si raja kera berambut putih. Tapi, sukarelawan datang. Dia pun dengan senang hati menirukan gaya tarian hanoman. Dia pun mulai menirukan gerakan monyet.

Tarian selesai. Saya tidak mau kehilangan momen. Saya pun mengajak mereka dan sebagian orang lagi untuk menari saman. Kami duduk ala penari saman. Diam mencoba khusyuk untuk memulai tarian. Dan kami mulai menggerakan tangan dan kepala kami. Kali ini lebih baik dibanding tarian kecak kami sebelumnya.

Selain tarian, 3 orang anak secara malu-malu juga melakukan pementasan wayang golek berbahasa Polandia. Tidak mengerti bahasanya memang. Tapi, karena anak-anak lainnya tertawa, saya pun ikutan terkekeh, hehehe. Selain itu, orkestra angklung spontan pun tetap menjadi salah satu pementasan utama.

Pelajaran hari ini: Percayalah selalu ada kesempatan dalam kesempitan. Selalu ada lubang di jarum sekecil apapun ternyata. Kata-kata yang pernah diucapkan oleh almarhum ayah saya seperti terngiang kembali. Ya, sekarang saya semakin meyakininnya.

Advertisements

Single Post Navigation

3 thoughts on “Pentas Kecak & Saman Dadakan

  1. Erdit, akhirnya gw baca juga cerita lo. Hehhhe penasaran pengen liat lo jadi guru SD, jadi guru pas KKN aja udah RIBED..apalagi lokasinya bukan di Endonesya yah 🙂 Semangat terus ya Dit..

    Eh, rendang nyokap gw udah jadi :9 ciamik dit

  2. hanoman? kenepa ga lo pilih Adam aja dit,, heu .. semakin lama, tulisan lo tambah mantap dit…simple n flow… cuma humornya aja yang ditambah dikit..harusnya lo sebarkan ke lebih banyak teman…

    butuh jasa gw ga>??

  3. erdityaarfah on said:

    sebarkan aja keeen..kalau bisa jangan ke anak2 doang..

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: