New Family pt.2: Pelukan Anton

Jauh dari keluarga, tetapi bertemu dengan orang-orang yang menganggap saya keluarganya

Perjalanan atau petualangan itu memang perlu, apalagi bagi kita yang masih muda. apapun bentuknya, apakah emang kita cukup beruntung untuk bisa sekolah keluar negeri atau sekedar merantau ke pulau seberang, kesempatan melakukan pertukaran budaya seperti saya, atau sekedar belanja di negeri orang. Terserah apapun! Kenapa? Karena melalui perjalanan kita bisa menemukan banyak hal termasuk: keluarga baru.

Anton, kelas 3 SD salah satu sekolah internasional di Polandia. Anton, tidak hanya gamers sejati, tetapi terkadang gaya bicaranya sudah seperti orang dewasa. Sangat diplomatis. Hari ini dia membutuhkan sesuatu yang baru: Parfum. Pilihannya sangat banyak. Orang tuanya membuatkan berbagai pilihan. Saya juga turut membantu. Tapi, keluarga ini sangat demokratis, bahkan untuk sekedar urusan parfum. Anton dibiarkan memilih yang  terbaik untuknya. Kami hanya memberikan berbagai pilihan, dan membiarkan dia sendiri yang memilihnya.

Setelah melalui perdebatan yang cukup alot, tapi tidak panas dan tetap diplomatis, Anton akhirnya memilih. Pilhan yang sama seperti yang ibunya pilihkan untuknya. “Anton suka yang ini, wanginya lembut banget” Kata Anton.  Ya, Anton memiliki parfum baru sekarang. Dia pun tampak bahagia.

Pertanyannya, siapakah Anton sebenarnya? Dia anak dari bapak Timoer Poerwonggo, diplomat di KBRI Warsawa. Ya, saya telah dua hari menginap di rumahnya saat harus kembali ke warsawa untuk meminjam angklung di KBRI. Mereka bahkan mau keluar jam 12 malam untuk menjemput saya di halte bis yang sudah tidak ada bisnya sama sekali. Tidak hanya kasur serta berbagai buku, saya pun mendapatkan nasi uduk, nasi goreng, ayam balado, minuman, bahkan bir tanpa alkohol, snack, koneksi internet, dan yang paling penting adalah kehangatan sebuah keluarga.

Saya harus pulang hari ini. Sudah hari minggu, 13 September 2009. Besok saya akan memulai presentais budaya saya. Saya pun pamit dan dibekali makanan untuk buka puasa. Makanan Indonesia! Saya pun dibekali saus Indonesia yang pedas kesukaan saya. Alhamdulilah. Terakhir, saya mendapatkan kado perpisahan terbaik untuk hari itu: pelukan Anton.

Saat itu, saya merasa bahwa saya bagian dari keluarganya. Entah kakaknya, kakak sepupunya, atau pamannya. Apapun atau siapapun. Saya bahagia.

Advertisements

Single Post Navigation

2 thoughts on “New Family pt.2: Pelukan Anton

  1. Cieeeh.. bahagia nih..
    Bagi2lah ke temen lo yang lagi sering ‘SEDIH’ bbrp belakangan terakhir Dit..
    (u know who laah).. :p

  2. erdityaarfah on said:

    siapaa tuuuh?hahahha.hibuuur doong nduuu

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: