New Family pt.1: Seperti Telepon Ibu

Seorang wanita menelpon. Dan rasanya seperti ditelpon seorang ibu yang ingin anaknya baik-baik saja.

Saya datang ke Polandia sendiri. Tidak mengajak ibu, kakak, sahabat, atau pacar saya. Mereka hanya menemani sampai bandara. Bahkan, pacar saya tidak bisa mengantar saya sampai Soekarno-Hatta sama sekali.

Hari ini, ya hari selasa tanggal 15 September 2009. Jam 15.46 waktu Polandia. Saya ditelpon oleh seorang wanita yang mengkhawatirkan keberadaan saya. Apakah saya baik-baik saja atau tidak. Sumpah, saya merasa senang banget waktu beliau menelpon. Hampir menangis saya. Beliau adalah Ibu Any Muryani, diplomat KBRI yang mengurus masalah sosial dan budaya.

Saya sudah merasakan bantuannya bahkan saat saya di Indonesia. Beliau memberikan beberapa kontak yang saya butuhkan, termasuk nomer telepon Rm.Vincent yang memang saya butuhkan informasinya. Tidak hanya itu, keluarga mereka dengan senang hati menyambut kehadiran tampang kucel saya ditengah malam, plus dengan perut keroncongan.

Ya, waktu itu saya tiba di Warsawa jam 11 malam. Masalah angklung saya yang hilang membuat saya menunggu sampai jam 12. Dimanakah saya akan tidur dengan barang sebanyak itu? Ya, saya pun diselamatkan oleh keluarga Ibu Any, salah satu diplomat di KBRI Warsawa. Dengan bantuannya, saya bahkan dijemput staf dari KBRI, Pak Wawan dan Alif, layaknya tamu resmi kedutaan.

Malam itu, saya pun bermalam di tempatnya. Dua hari plus makan sahur, buka puasa, minum, snack, buah, mandi air hangat, koneksi internet,  dan semuanya GRATIS! Awalnya saya malu-malu kucing. Tapi, mereka sungguh hangat. Saya sungguh merasa seperti di rumah sendiri. jadi langsuuuung tancaap makaaan bosss. Rasa malu pun hilang entah kemana. Tapi, ga malu-maluin tentunya. Pak haris, suami ibu Any, membantu saya untuk lebih santaaaai.

Ingin segera ke Warsawa dan melihat Chacha, anak perempuan mereka. Ada satu hal yang akan saya lakukan jika berkunjung main ke tempat mereka: meminta Chacha bermain piano.

si kucel menumpang hidup

si kucel menumpang hidup

Advertisements

Single Post Navigation

2 thoughts on “New Family pt.1: Seperti Telepon Ibu

  1. Gw suka banget tuh sama kalimat terakhir di paragraf awal..
    Kontroversial banget!
    hihi

  2. erdityaarfah on said:

    hahahaa..apanya yang kontroversiaaal..sial loo..

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: