New Journey Means New Friends Pt.1

Selalu ada yang pertama kali. Tapi, seperti cinta pertama, segala sesuatu yang terjadi pertama kali akan selalu diingat dan menjadi pelajaran berharga.

Saya tidak merasa panik. Saya juga heran mengapa saya tidak merasa takut. Padahal, saat ini saya sedang mengelilingi kota Lublin sendiri dengan bus. NYASAR! Tujuan saya adalah stasiun kereta, karena saya harus ke warsawa untuk meminjam angklung di KBRI. Ya, akhirnya saya memutuskan untuk meminjam, karena angklung saya entah mendarat di Negara mana. Kereta ke warsawa akan berangkat jam 19.40. Sekarang sudah pukul 18.30. Bis yang saya tumpangi sebenarnya benar, nomer 150. Tapi sayang, arahnya salah. Alahasil: Saya menjauhi stasiun dan entah berada di mana. Setelah menyadari kebodohan ini, saya pun spontan tertawa.

Beberapa orang melihat saya dan mungkin menganggap saya turis aneh. Bodo amat, dalam hati saya mengucapkan rasa syukur karena diberikan pengalaman ini. Saya masih yakin hari ini akan menjadi tidak terlupakan.

Jengkuye! Kata ini keluar dari mulut saya. Artinya terima kasih dalam bahasa Polandia. Saya mengucapkannya kepada salah satu mahasiswi Polandia yang saya temui dan menjelaskan bahwa saya harus kembali naik bis yang sama dan berhenti di stasiun terakhir, PKP. Rasa terimakasih ini juga tepatnya mengungkapkan isi hati saya yang akhirnya menemukan orang yang bisa berbahasa Inggris. Thanks God! Seperti biasa, hari ini saya tidak puasa. Tetapi, mendadak saya rindu suara adzan pada detik ini. Pada suara mengaji dari masjid dan sebagainya. Hidayahkah ini? Ga yakin sih, tetapi saya beruntung menjadi muslim yang terlahir di Indonesia.

Saya pun kembali menyusuri jalan yang sama. Arah sebaliknya tentunya. Dengan nomer bis yang sama, dan bahkan supir yang sama. Dia melihat ke arah saya. Matanya bener-mener memandang saya. Aga takut sih. Tapi yaudahlah yaa, saya kan megang tiketnya. Gratis diberikan oleh pihak panitia disini. Sekitar 20 menit naik bis, akhirnya saya sampai di stasiun. Untungnya, bis disini sangat tepat waktu. tidak ada ngetem2an segala.

Akhirnya beli tiket. Tetap kelas dua. Kali ini tiketnya membingungkan. Tidak ada tulisan tempat duduknya dan nama peronnya. Alhasil nanya-nanya kembali. Pakai bahasa Inggris tidak nyambung. Yasudahlah, pakai bahasa Tarzan! Kereta menuju Warsawa pun sudah berhasil ditemukan!

Inti perjalanan yang tak terlupakan pun akan segera dimulai-bersambung ke Pt.2-

Advertisements

Single Post Navigation

One thought on “New Journey Means New Friends Pt.1

  1. Karinatasha on said:

    Selamat ulang tahun erditya nur arfah.. 🙂

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: