Pertemuan Pertama: TRAGEDI KOPER

Akhirnya sampaaaaaai Lublin. Tapi, disinilah awal masalah dimulai

Kereta kelas dua yang saya tumpangi sudah berhenti. Lega? Belum! Sekarang mata saya tertuju [ada satu koper besar berat 26.6 Kilogram dan Backpack seberat lebih dari 6 Kilogram. Gimana cara bawanya? Saya tidak tahu. Naik Taxi juga bukan solusi untuk budget saya yang terbatas. Lebih baik menggotong ini semua dan menahan gengsi daripada mengeluarkan uang untuk Taxi. Perasaaan saya juga campur aduk, karena bingung siapa yang akan menjemput saya.

“Indonesiaaaaaaaa, We’re Here!” Saya pun menoleh ke arah suara keramaian tersebut. Ada lima orang disana. 3 Perempuan, 2 Lelaki. Mereka membawa balon putih bertuliskan “Welcome Indonesia!”. Mereka adalah Claudio si Italiano, Gork dan Basak pasangan dari Turki, Fernanda Mota sang latina dari Brasil, dan Gosi (baca.Gosya) wanita Polandia yang menjadi ketua dari proyek ini. Sambutan yang meriah, sekaligus pertolongan yang tepat untuk membawa semua barang ini. Sebagian peserta dari negara lain masih belum datang ternyata.

Claudia dan Gork langsung berinisiatif membawakan kedua tas saya yang super berat. Mereka pun langsung terheran dengan apa yang ada di dalamnya. Ya, banyak memang. Mulai dari souvenir, pakaian, celana dalam, sampai kentang balado yang ternyata dimasukan ibu saya diam-diam. Ya, begitulah orang tua. Saking perhatiannya, terkadang malah jadi repot. Hehe.

Kami pun berjalan kaki sambil menggotong, atau lebih tepatnya mendorong, menyeret dan menggeser tas-tas tersebut menuju bis. Semua mata memandang. Ya, bukan Karen akami adalah artis. Tetapi lebih karena keheranan mereka mengapa turis Asia ini membawa banyak begitu barang. Atau lebih tepatnya mungkin pandangan mereka bermakna kasihan…

Kami pun harus memutuskan apakah akan pergi makan terlebih dahulu atau langsung ke apartemen. Ya, kami lebih memilih makan. Perjalanan dan stress memang bikin lapar memuncak. Datanglah kami ke sebuah kafe di Lublin. Kecil, tetapi suasananya hangat. Sang Italiano dan Pria Turki memesan Bir sebagai minumannya. Ya, begitu juga degngan Gosi, Fernanda, dan Basak. Ya, Cuma saya yang ga ikut minum. Bukan karena tidak ingin, tetapi karena ini bulan Puasa. Sudah ga puasa (musafiiiir kaaan..), masa iya harus pake minum bir segala. Hehe.

Saya memesan ayam bakar dan kentang. Luar biasa asin dan berminyak rasanya. Ya, mungkin beginilah rasa yang disukai penduduk Polandia. Teman-teman yang lain memesan Pierogi Ruskie yang di dalamnya bisa milih berisi kentang atau babi. Bentuknya seperti siomay atau pangsit rebus. Teksturnya lebih keras. Rasanya enak. Tapi tidak sangat enak. Ya, lumayan lah. Kami pun saling berdiskusi. Banyak Hal. Mulai dari belajar kata-kata dalam bahasa masing-masing sampai yang lebih serius mengenai program yang akan dijalankan. At least, saat ini saya sudah tahu bagaimana mengucapkan Joga Bonito dengan cara Brazil yang benar!

Waktu sudah gelap. Fyi, gelap disini dimulai pukul setengah 8 malam. Ya, disini puasa juga harus dijalankan lebih lama. Beratnya, sekelilingnya pun tidak ada yang berpuasa. Kami pun memutuskan untuk segera pulang ke flat, karena malam ini akan ada sebuah pesta yang diadakan. Oke, makan telah selesai. Energi sudah terisi. Sekarang, kami siap mengangkat koper-koper itu kembali! Huffff….maafkan saya teman-teman..nice to meet all of you!

Advertisements

Single Post Navigation

4 thoughts on “Pertemuan Pertama: TRAGEDI KOPER

  1. gak bakat jd backpaker dunks luw,,pdh gw mau ajakin backpacking ke vietnam..huhehehhe, speaking of food, believe me there’s no food tastier than Indonesian Food,,nasi timbel dit,,,lllrrrrrr.

  2. erdityaarfah on said:

    yaaa indonesia food is the best. Cuuy ini bukan masalah jadi backpacker, karena ga mungkiin jadi backpacker bawa-bawa angkluung.hahaha

  3. Danny Williams on said:

    Mang bawa ap sih tuh koper? oleh2?

  4. erdityaarfah on said:

    yaaa lumayan banyaklaah. kan berusaha menampilkan indonesia sebaik2nyaa..hehee

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: