Warsawa-Lublin: Naik ‘POCHONG’

Akhirnya waktunya tiba untuk pergi ke kota Lublin. Kota pelajar dimana saya akan melakukan presentasi kebudayaan di berbagai sekolah menengah di Lublin dan sekitarnya.Tempat dimana saya juga akan berbagai flat bersama orang-orang asing yang tidak saya kenal sama sekali. Koper sudah siap, saatnya berangkat! Dan kali ini saya akan naik ‘pochong’! What? POCHONG?

Ya, saya akan naik hantu paling menyeramkan se-Indonesia untuk pergi. Hantu yang menjadi salah satu karakter favorit dalam dunia per-horor-an di Indonesia. Tetapi, Pochong di Polandia tidak lagi makhluk menyeramkan dengan kain putih yang melilit tubuh, tetapi menjelma menjadi sebuah alat transportasi:kereta api. Ya, Kereta Api! Dalam bahasa Polandia tertulis Pociag. Dan dibacanya: Pochong! Rasanya geli pada setiap pengumuman kedatangan kereta di stasiun : “Pochong tujuan kota Lublin telah tiba, harap penumpang menuju Gerbong Pochong”.

Begitu banyak perusahaan Pochong disini. Tetapi, kemarin saya naik kereta ekspress. Kesannya mewah: EKSPRESS! Awalnya, saya cukup percaya diri dengan kesan dari nama “ekspress” yang diberitahukan oleh salah satu staf KBRI, pak Alif. Ternyata, kereta ekspress disini kira-kira mirip kereta kelas bisnis di Indonesia. Tanpa AC, dan penumpang boleh merokok di dalamnya. Dan dengan keadaan budget dari sponsor yang terbatas, saya pun hanya mampu naik kelas dua. Ya, kelas dua dalam kereta kelas dua pula.

Tapi, saya menikmatinya. Perjalanan ini luar biasa penuh pengalaman. Dengan dua koper penuh dan berat minta ampun, mengangkat itu semua ke gerbong, dan sialnya bahasa Polandia itu susah. Lebih parah dari bahasa jerman yang sudah bejubel dengan grammar gakaruan. Perjalanan pun semakin “nikmat” ketika dalam satu kamar gerbong yang saya tempati terdapat seorang kakek Polandia yang galak dan merokok hampir ga pernah berhenti sepanjang 2 jam perjalanan lebih! Sial!

Setelah dua jam lebih tahan napas, akhirnya pengumuman dari masinis akan tiba “Pochong akan segera tiba di stasiun Lublin”. Oke, saatnya turun, yihuuui semangat! Dan saya pun langsung teringat dengan 1 koper dan 1 tas yang beratnya mungkin lebih dari 30 Kg tersebut. Shit! Gimana bawanya???

!

Advertisements

Single Post Navigation

3 thoughts on “Warsawa-Lublin: Naik ‘POCHONG’

  1. klo dijakarta bs jd film horor nih dit,,emang pronounce-nya as in pocong gt? klo iya mls jg yah,,hiiii

  2. erdityaarfah on said:

    yaaa diss beneran. makannya gue ketawa mulu tiap tuh kereta datang.

  3. Danny Williams on said:

    Ga bisa di plester tuh kakek2? Poluted..

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: