Old Warsaw: Buka Puasa Bareng Seorang Romo

KBRI. 8 Sepember 2009. “Erdit?Akhirnya Ketemu Juga!” teriak seorang pria. Ya, dialah Vinsesnsius Adi Gunawan, seorang romo yang sedang bertugas mengambil program doktoral di bidang etno-musik di Lublin. Keberadaan dialah yang juga mendorong saya mengambil keputusan untuk segera ke Polandia.

Tubuhnya gemuk, tidak tinggi, berkulit cokelat, dan dengan logat yang khas orang NTT, Timor, atau Flores.Saya pikir seorang romo selalu serius dan berat untuk ngobrol dengannya. Saya pikir seorang romo selalu berfilosofis. Tapi ternyata tidak. Sama sekali tidak. Beliau becanda dan selalu tertawa. Mimiknya pun terkadang seperti badut. Selalu bikin terpingkal melihatnya. Tetapi ada satu kata yang selalu diungkapkannya: Optimis!

Spontan, beliau ajak saya ke kota tua, sekalian menunggu buka puasa. Saya pun langsung mengiyakan. Dibanding melamun di KBRI, jalan-jalan keliling kota jauh lebih baik. Kami pun naik bis kota menuju stasiun Warszawa Centralna untuk mengajarkan saya cara membeli tiket kereta. Setelah itu, kami berjalan kaki menuju kota tua Warsawa.

Kami pun menyusuri jalan-jalan Warsawa. Arsitektur disini mengagumkan. Momen ini pun tidak saya sia-siakan begitu saja. Langsung saya mengabadikannya dengan kamera. Begitu memasuki area kota tua, saya pun tidak bisa berkata-kata. Indah. Luar Biasa. Sungguh berbeda dengan apa yang biasa saya lihat di Indonesia. Atmosfernya beda. Seakan saya dibawa ke abad 19.

Saya pun teringat jalan Braga di kota Bandung. Cuma yang  di warsawa ini lebih luas. Lebih panjang jalanannya dan banyak gedung-gedungnya. Suasananya klasik sekali, dengan banyak patung-patung monumen. Terutama yang menyimbolkan agama nasional mereka, katholik. Gereja-gereja megah dengan arsitektur menawan pun seakan membuatnya semakin sempurna. Saya pun tidak sabar untuk segera sampai di ujungnya. Pusat kota tua.

  “Tapi Sebentar! Apa itu?” Saya berteriak. Ya, saya melihat sebuah lapangan yang cukup luas. Menurut romo, lapangan ini sering digunakan untuk acara resmi negara. Lapangan tersebut terhubung dengan monumen dan taman untuk mengenang pahlwan Polandia yang tidak dikenal. Monumen yang luar biasa, dengan taman yang besar dan selalu bikin iri, karena di Indonesia sangat jarang sekali taman kota yang nyaman seperti ini.

Kami pun tidak berlama-lama dan segera melangkahkan kami. Perut keroncongan dan rasa haus saya lawan. Kami berjalan secepatnya, melewati rangkaian bangunan klasik dan lorong-lorong yang selalu bnikin saya terkagum. Akhirnya, kami pun sampai di pusat kota tua. Sebuah hall membentang luas menyambut kami. Sekelilingnya terdapat berbagai bangunan klasik. Ada sebuah bangunan berwarna merah dengan menaranya yang sangat Indah sekali. Fotografer manapun akan suka mengabadikannya. Bahkan, lorong-lorong yang terdapat disekitar gedung, dengan jalanan yang lebih sempit, seakan membius kami. Indah! Saya tidak berlebihan. Anda harus datang kesini jika berkesempatan ke Polandia.

Terakhir kami menyaksikan dua wanita Polandia yang cantik sedang mengamen dengan biola dan cello-nya. Sungguh luar biasa. bahkan pengeamen di negeri-nya Chopin pun sungguh berkelas. Ah, tapi mungkin mereka mahasiswi sekolah musik yang sedang iseng. karena permainan klasiknya sangat menawan. Bukan permainan seorang amatir.

Akhirnya, waktu maghrib tiba. Tanpa bunyi bedug dan adzan tentunya. Jam 07.11 malam. Saya pun segera berbuka. Ditraktir Rm. Vincent. Ya, karena saya dia juga jadi ikut berpuasa sepanjang hari. Sungguh gambaran toleransi yang patut dikenang. Selesai makan, kami segera menuju halte bis terdekat . Kami menyusuri jalan yang sama dengan bis yang kami tumpangi. Dan saya pun berucap “kita tadi jalan kaki ya, ternyata jauh ya!”. Ya, ternyata lebih dari 5 Km mungkin kami berjalan kaki sepanjang hari tadi. Ngabuburit yang sempurna untuk saya!

Advertisements

Single Post Navigation

4 thoughts on “Old Warsaw: Buka Puasa Bareng Seorang Romo

  1. I love the pics bro,,trus luw dpt I love RI drmn? mau dunks,,

  2. erdityaarfah on said:

    iya. keren banget old city-nya. sebenarnya sih gw dapat sponsor baju-baju ini dari para ownernya. Tapi, lo bisa buka di hiduplahindonesiaraya.com dan pesen langsung

  3. dit taman kolam yang ada bebek2nya itu di poland???bukan paris???soalnya di deket eiffel ada taman kolam yg persis bgt kyk gth….

    ckckckck….manteph yah old city-nya…tp ko sepi bgt siih dit???

  4. erdityaarfah on said:

    iya itu taman utama warsawa. kayaknya di eropa banyak deh yang seerti ini cha. Sebetulnya rame banget tuh old citynya, terutama di square utamanya. gokil. tapi ga gue foto. lupa

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: