Pelajaran Hidup Bapak Wagimin.

Wagimin. Dari pilihan nama ini, kita juga semua tahu bahwa orang ini pasti bukanlah dari generasi zaman sekarang. Ya, dia kelahiran tahun 1956. Lahir di Solo, tetapi hidup lama di Polandia. Tapi, siapa sangka dari sosok bernama sederhana tersebut, saya justru mendapatkan pelajaran berharga: Tentang Hidup & Wanita!

Sambil  menunggu kedatangan 1 box angklung  yang entah berada di bandara mana, saya pun bersilaturahmi ke KBRI Warsawa. Ya, lapor diri lah istilahnya. Sebelumnya, jangan bayangkan kedutaan di sini seperti kedutaan negara-negara lain di kawasan kuningan yang megah. KBRI disini sangat sederhana. Begitu juga dengan beberapa kedutaan negara lain. Mungkin memang ada masalah dengan tanah di Eropa, jadi harus sempit-sempit. Nah, di salah satu sudut di gedung inilah saya bertemu dengan beliau yang masih mengabdi sebagai salah satu staf di KBRI Warsawa.

Nah, konversasi antara anak muda-dan orang tua ini pun berlanjut. Dari mulai persoalan tetek bengek administrasi kedutaan sampai sejarah bagaimana dia bisa mendapatkan jodoh dan hidupnya bukan di tanah kelahirannya, tetapi di Tanah kelahiran Paus Yohannes Paulus II ini.

Tahun 1983 menjadi awal kedatangan beliau di tanah Polandia.  Tidak perlu waktu lama, beliau langsung memperistri wanita Polandia. Bagi saya yang baru sekilas melihat-lihat Warsawa, hanya ada satu yang dipikiran saya tentang wanita disini: CANTIK! Anda mau yang bertipe blondie, brunnete, atau rambut hitam? Semuanya ada. Tinggal Pilih! Sulit mencari wanita yang jelek disini. Saya sadar ini subjektif. Tapi, saya yakin pilihan tipe saya jaminan mutu deh!

 “Ah, ini mah sudah ada garisnya mas”! Kata beliau, ketika ditanya triknya untuk mendapatkan wanita disini. Ada satu hal mengapa dia begitu mencintai wanita yang diperistrinya, dan wanita Polandia pada umumnya: Kemandirian. Ini yang menjadi pembeda dengan wanita Indonesia pada umumnya. Di sini emansipasi bukan sekedar kampanye atau tameng seorang wanita. Tetapi, emansipasi adalah kerja sama bagaimana mengarungi kehidupan bersama dengan lebih mudah. Bukan hanya sekedar untuk menjadi dominan dalam rumah tangga. Yah, at least ini yang saya rasakan di sini.

Awalnya  jawaban mengenai garis kehidupan tersebut hanyalah kata-kata standar. saya pikir kalau jawaban tersebut hanyalah jawaban standar, sampai beliau meneruskan kata yang sangat bijak, yaitu : “hidup itu sudah ada jatahnya. Masing-masing sudah punya makanannya. Jadi buat apa saling rebutan dan memakan hak orang lain! Yang penting kita saling kerja sama untuk mendapatkan jatah kita masing-masing dalam hidup!

Ow, inilah yang sering saya khawatirkan. Rasa takut akan hidup susah selalu membayangi. Apalagi kalau dikaitkan dengan cinta. Bawaannya masalah terus! Terakhir, kisah cinta saya malah masih ditolak oleh calon mertua. Sial! Masih tetap berusaha merubah keaadan sih, tetapi rasanya sulit (Lha ko jadi gue yang curhat??). Tetapi, perkataan beliau membuat saya semakin pasrah. Bukan pasrah untuk menyerah! tetapi pasrah untuk berusaha, karena di ujung jalan pasti sudah ada jatah saya yang menanti. Bukan hanya soal istri, tetapi juga hidup saya kelak.

Kombinasi dari dua pasangan beda ras dan budaya itu telah menghasilkan sepasang anak lelaki dan perempuan yang seumuran dengan saya. Ga usah ditanya gimana rupanya. Kombinasi Asia dan Eropa Timur selalu sempurna!

Terakhir beliau berkata “Wanita disini juga ‘stronger’, hehe” lanjutnya sambil terkekeh.

Advertisements

Single Post Navigation

8 thoughts on “Pelajaran Hidup Bapak Wagimin.

  1. Danny Williams on said:

    Wkwkwk..Keluarin dunk senyum maut lu 😀

    Semangat2…Sp tau pas plg ud bawa istri bukan lg cm ‘calon’ lol…

    Ditunggu another ur story ok 😀

    I will help u to spread this blog 😀

  2. erdityaarfah on said:

    sippp..dan beneran yaaa spread it!

  3. jd sekarang seleranya polish instead of bocah? huahahha..

  4. wew..gw nitip satu dit, yang blondie… daripada jodoh gw orang padang,, heheh..

    btw, nice story dit..gw suka cara penuturannya… sederhana dan enak di baca… ada bakat nulis loh.. cuma yang menjadi pertanyaan gw .. ngapain lo di polandia??
    dalam rangka apa ??

  5. erdityaarfah on said:

    hahaha,,orang padang udah pas sama orang padang lagi laah ken. hahha.
    yaa jalan2 aja keen buat nulis2 sesuatu, siapa tau nanti ada yang mau publish kaan..

  6. hahhaha….wah klo cewe2 sana cantik2..pa kabar cowo2nya dit???hahhaha….jgn lupa yah oleh2 titipan cha..bule dr tiap negara…hehehhehe….

    tulisannya enak dibaca dit…maknyooss…

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: